Thursday, 20 January 2011
Mahad al-Jami'ah, asramaku
Mahad Ali adalah program pengembalian citra IAIN
masyarakat mengira bahwa semua lulusan IAIN pasti dapat mengerjakan ibadah praktis seperti menjadi imam dalam sholat, khotib, bilal, ceramah dan sebagainya. tapi sebaliknya, sebagian lulusan IAIN tidak bisa mengerjakannya. mengapa? karena tidak semua fakultas di IAIN yang mempelajari secara mendalam tentang ibadah praktis tersebut. seperti fakultas tarbiyah yang hanya mendalami pendidikan atau fakultas adab yang hanya mendalami kebudayaan islam. tentu sebagian dari mereka tidak bisa menjadi khotib, imam dan lain-lain. oleh karena itu, pada tahun 2008, rektor IAIN Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd mendirikan asrama mahasiswa yang dinamai dengan Mahad Ali al-Jami'ah. Di Mahad Ali ini dibuat peraturan dan sistem yang mirip dengan pondok modern Gontor Ponorogo di Jawa Timur. Mahad Ali dipimpin oleh kepala Mahad yang disebut mudir, dan para pengurusnya disebut Mudabir. Mahad Ali memiliki program dua bahasa yaitu bahasa Arab dan Bahasa inggris serta program tahfidz juzz amma dan pelajaran fiqh juga belajar ibadah praktis. setiap setelah shalat subuh para santri mendapat siraman rohani tentang fiqih dari ustadz dan setiap malam minggu ada program muhadarah, yaitu pelajaran menjadi penceramah, khotib, bilal, imam dan lain-lain. dengan program ini, rektor berharap bahwa lulusan IAIN dapat mengerjakan ibadah praktis dan dapat menjadi teladan bagi masyarakat. jadi, Mahad Ali adalah program rektor untuk mengembalikan citra IAIN
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

OOo... itu ya mahad
ReplyDeletesalam kenal dari ma'had aljamiah putri uin bandung :)
ReplyDelete